6Perhatikan apa yang Alkitab katakan tentang kehendak Allah. Pertama-tama, kita perlu tahu perbedaan antara rencana dan kehendak. Rencana itu seperti jalan yang kita pilih untuk mencapai tujuan tertentu. Tapi, rencana kita bisa gagal kalau ada penghalang. Sebaliknya, kehendak itu seperti tujuan yang ingin kita capai. Ada banyak jalan yang bisa Allahtahu apa yang terbaik untuk kita dan mungkin dia tidak akan mengabulkan doa kita karena dia tahu bahwa hal yang kita minta tidak akan menguntungkan kita. Jadi, jangan berharap bahwa Allah selalu akan mengabulkan doa kita. Kita harus berdoa dengan tulus dan sadar akan hal-hal yang moral dan etis. Kita juga harus mempercayai bahwa Allah Allahmemberikan yang terbaik bagimu. Akhukum Noviyardi Amarullah Tarmizi, hafizhahullah⁠ ???? Sumber: Sobat muslim juga bisa menyimak kajian tentang Rahasia Keagungan Sholat Yuk manfaatkan waktu luang untuk mendengarkan Radio Muslim. ???? Simak di 1467 AM atau www.radiomuslim.com⁠ Vay Tiền Nhanh Ggads. Di sebuah taman ada dua sahabat sedang menanam bunga. Mereka berharap agar tunas itu bertumbuh dengan baik. Yang satu menyiram sehari cukup dua kali, namun yang satunya lagi menyiram hampir dua jam sekali. Beberapa hari kemudian, mereka dikejutkan sebab salah satu dari tunas yang mereka tanam mati. Pemilik tunas yang subur berusaha menghibur sahabatnya, “Kamu masih bisa menanam tunas yang baru, namun kamu harus belajar untuk menyerahkan pertumbuhan tunasmu pada Tuhan. Jangan takut tunasmu mati. Kamu cukup menyiramnya sehari dua kali dengan porsi air yang cukup. Saat kamu terlalu kuatir dan ingin cepat mendapatkan hasil, kamu hanya akan menemui kegagalan dalam bertanam.” Seperti itulah hidup kita, terkadang kita terlu kuatir akan apa yang kita hadapi. Bahkan kita ingin dengan cepat menerima kesuksesan. Kekuatiran hanya akan membuat kita bertindak bodoh. Kita akan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Begitu juga ketika kita ingin cepat sukses, kita akan menghalalkan berbagai macam cara yang pada akhirnya menyeret kita ke dalam dosa. Tuhan tahu yang terbaik buat kita dan Ia akan memberikan berkat sesuai dengan porsi kita. Saat kita menerima berkat yang tidak sesuai takaran Tuhan, hanya akan membuat kita menjadi sombong. Tuhan juga tahu apa yang kita perlu dan Ia akan menyediakannya untuk kita, maka dari itu janganlah kuatir. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Matius 68 Artikel Lainnya Post navigation Renungan Malam 17 Juni 2020 1 – Berdoa Kejadian 48 15 – 22 Katanya kepada ayahnya “Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.” Allah tahu apa yang terbaik, yang terbaik menurut Allah tidak sama dengan ukuran manusia. Yusuf tidak menyetujui cara Yakub memberkati Manasye dan Efrain. Yakub tahu apa yang dia lakukan karena dia hidup dalam janji Allah. Ia tahu masa depan bangsanya seperti apa. Yusuf mencoba memindahkan tangan ayahnya namun Yakub menolak. Kalau kita boleh bertanya, apa yang membuat Efraim diberkati dengan tangan kanan dan Manasye dengan tagan kiri? Apa kesalahan Manasye? Allah bebas menentukan kehendak-Nya. kedua-duanya diberkati oleh Yakub. Memang Efraim mendapat keistimewaan dari Allah. Ketika Yusuf menyaksikan pemberkatan anak-anaknya, dia memang tidak paham. Namun demikian, seiring dengan waktu yang berjalan, pandangan Yusuf terbuka. Ia menyadari bahwa Allah adalah Allah. Ia tahu yang terbaik. Untuk memahami perbuatan Allah itu, kadang-kadang dibutuhkan waktu yang Panjang. Tidak masalah. Teruslah telusuri perbautan-Nya, nikmati berkat-Nya dan ikuti jalan-Nya serta dari Dia yang tahu kelemahan kita. Iman kita seringkali lemah. Hati dan pikiran kita tergerus dengan hal-hal yang tidak penting. Kita sakit hati karena tidak mendapat bagian, atau karena orang lain mendapat lebih dari sebagainya. Pikirkanlah, Tuhan tahu yang terbaik. Jika kita melihat jejak Langkah Yusuf, lewat kehadirannya, bangsa Mesir diberkati Tuhan. Lewat Yusuf pula, janji Allah digenapi. Jadi, jika Allah bebas menentukan kehendak-Nya maka percayalah, bahwa Dia tidak sembrono melakukannya. Sekali lagi, Allah tahu yang terbaik. Kiranya kita semua bisa memasrahkan hidup hanya kepada Allah yang mahatau. Ia memberi menurut maksud-Nya. jangan marah ataupun iri karena segala sesuatu adalah milik-Nya dan dalam pengendalian-Nya. Mohonlah hikmat untuk dapat memahami dan menerima kehendak Tuhan dengan sikap percaya bahwa Allah tahu apa yang terbaik buat kita. 3 Doa Allah Bapa, aku percaya, Engkau yang memiliki Nasehat Dhuha Selasa, 23 Februari 2021 48 Hari Menuju Ramadhan 1442 H Oleh Ust Sarwo Edy, ME Klikbmi, Tangerang – Pernahkah kita merasa bahwa kita orang paling tidak beruntung di dunia ini? Atau orang yang selalu dicoba oleh Allah subhanahu wa ta’ala? Atau jarang mendapatkan apa yang diharapkan? Perlu diingat, perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai yang diharapkan, Kadang manusia harus melewati jalan penuh rintangan setelah jalan yang mulus. Kadang ada gembira dan kadang ada duka. Itulah tabiat kehidupan. Dan yang harus kita ketahui bahwa Ad-dunya daarul bala’ wa daarul imtihan wal-akhiroh darun ni’am Dunia tempat nya musibah dan ujian, dan akhirat tempatnya kenikmatan. Allah menciptakan dunia ini bukan sebagai tempat tujuan manusia untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan. Karena jika Allah menciptakan dunia sebagai tempat tujuan manusia, Terus untuk apa Allah menciptakan surga? Dunia hanyalah perantara. Salah satu ujian yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Seseorang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya demi tujuan yang diharapkannya. Tapi kenyataannya, realita tidak sesuai dengan ekpektasi. Itu hal yang wajar. Karena manusia hanya disuruh untuk ikhtiar, dan perihal hasil agar diserahkan kepada Allah. An-naasu fit-taqrir, Wallahu fit-taqdiir manusia yang merencanakan, Allah yang memutuskan Jika kita pernah kecewa dengan hasil yang diberikan oleh Allah. Kita perlu mentadabburi surat Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَBoleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Ayat di atas memiliki hubungan yang erat dengan prinsip rukun iman yang ke-6, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Bisa jadi musibah-musibah yang kita alami merupakan jalan menuju kenikmatan dan anugrah dari Allah di masa mendatang. Beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik dan bisa kita ambil hikmahnya. Di antaranya Kisah ibunda Nabi Musa alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas sungai nil. Dan ketika mendengar bahwa anaknya berada di tangan keluarga raja fir’aun, beliau begitu cemas dan takut. Tetapi tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian Nabi Yusuf alaihissalam yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya. Seakan sudah tidak ada harapan untuk hidup. Tetapi kejadian itu membawa Nabi Yusuf ke derajat yang lebih tinggi. Dan banyak lagi kisah yang menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dalam ketentuan Allah untuk hamba-Nya. Ikhtiar sebaik mungkin, terus beribadah, berdoa dan selalu berhusnudzon. Allah tau yang terbaik untuk kita. Rekening ZISWAF KOPSYAH BMI 7 2003 2017 1 BNI Syariah a/n Benteng Mikro Indonesia. Sularto/Klikbmi

allah tahu apa yang terbaik untuk kita